logo
 
 
 
 
 
 
PP Online |  Procurement |  Career |  Cust Satisfaction Survey
header
 
SEARCH        
 
     
 
 
Runtuhnya Jembatan Interstate 35 W diatas Sungai Missisipi 20-May-2008  
Tiga kata kunci berkaitan dengan kinerja Struktur bagi seorang Structural Engineer, yaitu : Strength (Kekuatan), Stiffness (Kekakuan) dan yang terakhir adalah Ductile (Daktail). Strength dan Stiffness boleh terlampaui / gagal karena Force Majeur, tetapi kunci ke tiga yaitu : Daktail, tidak boleh gagal sehingga korban Jiwa dapat dihindari.

Pada 1 Agustus 2007, Jembatan Interstate 35 W yang menghubungkan Minneapolis dan St. Paul runtuh dan menyebabkan puluhan korban jiwa dan kendaraan yang melintas di atasnya.Keruntuhan Jembatan terjadi secara tiba-tiba, sehingga puluhan korban tidak sempat menyelamatkan diri mereka.

Pada awalnya dugaan serangan teroris menjadi penyebab runtuhnya Jembatan ini. Akan tetapi setelah dipelajari para pakar di sana disimpulkan bahwa fenomena ini terjadi murni karena kegagalan Struktur Jembatan.

Sebelum Collapse Jembatan Interstate 35 W berupa Jembatan Rangka Bentang Menerus.

Pada Jembatan Rangka Batang Menerus yang dominan adalah perilaku lentur, tetapi karena tipenya Rangka Batang, maka Momen Lentur akan dialihkan menjadi Kopel Gaya-Gaya pada tepi-tepi atas Rangka tersebut.Jadi pada Batang-Batang Rangka hanya ada Gaya-Gaya Aksial (Tekan dan Tarik).

Perlu diperhatikan jika keruntuhan itu disebabkan oleh Gaya Tekan pada Elemen Tekan, maka stabilitas menjadi hal yang dominan. Kalau meninjau dari sifat keruntuhannya yang tiba-tiba, maka bisa saja keruntuhannya akibat Gaya Tekan.
 
 
Customer Delight 11-May-2008  
Dalam Perusahaan yang berbasis pada Produk dan Jasa, Pelanggan/Customer adalah Aset terbesar dalam suatu Perusahaan, karena dapat menentukan berkembang tidaknya Perusahaan.Perusahaan melakukan banyak cara untuk menarik Customer agar Perusahaan tersebut berkelanjutan.

Level-level dalam pelayanan kepada Pelanggan:
1. Customer Service adalah hanya sekedar pelayanan kepada Pelanggan.
2. Customer Satisfaction adalah pelayanan kepada Pelanggan sehingga Pelanggan puas karena keinginannya telah terpenuhi.
3. Customer Care adalah pelayanan kepada pelanggan selain memenuhi keinginan Pelanggan dengan baik tetapi juga peduli, sehingga membuat Pelanggan terkesan.
4. Customer Delight adalah pelayanan kepada pelanggan sehingga Pelanggan merasa puas dan bahkan melebihi apa yang diharapkan Pelanggan.

Tujuan memuaskan Pelanggan adalah mendapatkan simpati dari Pelanggan, sehingga Perusahaan mendapatkan keuntungan secara jangka pajang karena loyalitas Pelanggan terhadap pelayanan yang telah diberikan dan dapat juga membentuk Citra Perusahaan, karena para Pelanggan mempunyai jaringan yang sangat besar terhadap sesama Pelanggan.

PT PP (Persero) adalah salah satu Perusahaan Jasa Konstruksi Nasional yang terkenal dengan kualitasnya, dan upaya-upayanya untuk meningkatkan kualitas tidaklah main-main.
 
 
Semen Putih dari sampah Kaca 09-Apr-2008  
VCAS (Vitreous Calcium Alumino-Silicate) Pozzolan Putih merupakan hasil rekayasa baru sebagai bahan pengganti Semen berkinerja tinggi untuk Beton Putih. Bahan bangunan ini bersifat ?hijau? karena dapat diperoleh dari sisa Pabrikasi Serat Kaca.

Dengan teknologi ini, Industri Gelas / Kaca dapat mencegah timbunan Tanah sekitar 200.000 ton Serat Kaca tiap tahunnya, beserta dampak negatif yang ditimbulkannya dan dapat menghemat Energi (diperkirakan 175-triliun BTU) dengan penghapusan Industri Semen Putih, material yang digantikan oleh barang sisa ini.

Teknologi ini juga dapat mengurangi CO2, NOX dan pencemar udara lainnya yang dihasilkan dari Industri Semen Putih yang digantikan.
Secara Kimia, VCAS Pozzolan sebagian besar terdiri dari Oksida-oksida Si, Al dan Ca tanpa adanya zat-zat pengganggu.Tidak seperti Uap Silika, Abu Terbang dan Bijih Besi, VCAS Pozzolan bebas dari Fe, Mn dan zat-zat pewarna yang mempengaruhi kemurnian,yang membuat mereka sangat cocok untuk semua aplikasi yang menggunakan Semen Putih, seperti Motar, Plesteran, Teraso, Batu tiruan, Cor di tempat atau produk-produk Precast.
 
 
Saal Gandeng PP garap proyek di Bahrain 16-Feb-2008  

Jakarta: Saal Holding, perusahaan asal Uni Emirat Arab, menggandeng PT Pembangunan Perumahan(PP) dalam kerja sama operasi (Joint Operation) pembangunan proyek perkantoran dan apartemen di Manama, Bahrein.

Pembangunan proyek perkantoran Adel Safar Tower dan apartemen Succon Tower menelan total dana US$74juta.Chief Executive Officer Syrconsult International (Saal Holding) Mohammed Abdul Latief Al Tawil mengatakan Pembangunan Perumahan(PP) merupakan kontraktor yang paling tepat untuk membangunan dua proyeknya itu. Sebelumnya Saal telah mensurvei sejumlah perusahaan kontraktor di beberapa negara, seperti Filipina.

 
 
PT Pembangunan Perumahan 14-Sep-2007  
Sejumlah proyek pembangunan besar disabet oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero yang terus berupaya menampung keinginan kliennya untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

Suparman, Kepala Divisi Keuangan PT PP (Persero) mengatakan pada 2006 BUMN yang bergerak di bidang konstruksi bangunan dan infrastruktur tersebut mampu menacatat nilai penjualan (proyek) sebesar Rp2,4 triliun dan dengan laba bersih Rp76, 7 miliar.

"Nilai penjualan kami meninkat 18%-20% setiap tahunnya," kata Suparman sambil menjelaskan PT PP (persero dinobatkan sebagai BUMN terbaik 2006 versi Investor.

Dalam kesempatan sama, Galih Prahananto (Kepala Divisi Riset dan Teknologi PT PP (Persero) mengatakan proyek yang ditangani PT PP selama ini 70%-80%-nya adalah pengerjaan pembangunan gedung. PT PP, kata Galih, juga menyishkan labanya untuk mengembankan usaha kecil dan koperasi juga untuk membina lingkungan.

Untuk Bina koperasi dan usaha kecil, PT PP memberikan dana bergulir yang pada 2006 jumlahnya mencapai Rp1,2 miliar, berupa pinjaman lunak dengan bunga 6% per tahun. Sedangkan bina lingkungan diwujudkan dengan memberikan perhatian pada bidang pendidikan, misalnya dengan mendirikan perpustakaan.
 
 
Warga Adopsi Rumah Tahan Gempa Jepang 10-Jul-2006  
Meulaboh, Kompas - Di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya di 13 desa di Kecamatan Woyla Tengah dan Barat, terdapat 98 rumah tahan gempa buatan Jepang yang diperuntukkan bagi korban bencana gempa dan tsunami. Konstruksi rumah yang mudah ditiru dan semua bahannya mudah didapat itu memicu warga sekitar untuk membangun rumah sendiri dengan konstruksi serupa.

"Semua bahan bangunannya sama dengan bahan bangunan yang biasa dipakai warga setempat. Perbedaannya, yaitu pembangunan fondasi dengan lapisan batu-batu kali serta struktur kolom hingga ke atapnya menyatu dan mampu menahan guncangan gempa hingga lebih dari 5 skala Richter," kata Aulia Oscar bagian Engineering PT Pembangunan Perumahan (PP), Minggu (9/7).

Tidak langsung roboh,Menurut Aulia, dengan sistem konstruksinya yang seperti itu, maka ketika terkena guncangan bangunan rumah tersebut tidak akan langsung roboh. Artinya, rumah akan bergerak searah dengan gerakan gempa. Jika guncangan gempa tidak terlalu besar, rumah dipastikan tidak roboh. Akan tetapi, jika gempa berlanjut, setidaknya robohnya rumah akan tertahan beberapa waktu hingga para penghuni berhasil keluar menyelamatkan diri.

Pembangunan 98 rumah tahan gempa itu merupakan bantuan Japanese Red Cross tahap kedua. Pada tahap pertama telah dibangun delapan rumah. Rencananya, pembangunan tahap kedua akan selesai akhir Juli ini dan dilanjutkan dengan pembangunan tahap ketiga dan seterusnya.

PT PP yang menjadi mitra kontraktor pelaksana pembangunannya juga tak mengetahui pasti target jumlah rumah tahan gempa yang bakal dibangun untuk korban bencana.(nel)
 
 
Tiga Proyek DKK-TV7 01-Sep-2005  
Banda Aceh, Kompas - Pembangunan tiga proyek pendidikan Dana Kemanusiaan Kompas dan TV7 di Nanggroe Aceh Darussalam bernilai total Rp 33 miliar dimulai Rabu (31/8) pagi.

Ketua DKK-TV7 Suryopratomo?disaksikan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Musyanif dan Rektor Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry?meletakkan batu pertama pembangunan masjid dan rumah susun untuk asrama dosen pascasarjana IAIN Ar-Raniry di Darussalam, Banda Aceh, kemarin.

Secara simbolis, peletakan batu proyek itu juga menandakan dimulainya pembangunan asrama mahasiswa berkapasitas 500 orang dan gedung aula Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Darussalam, Banda Aceh, serta kompleks sekolah terpadu mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di Meulaboh, Aceh Barat. Ketiga proyek tersebut menelan biaya hampir 60 persen dari sekitar Rp 58 miliar sumbangan pembaca yang ingin meringankan beban masyarakat Aceh pascatsunami tanggal 26 Desember 2004.

Pembangunan di IAIN Ar-Raniry menelan biaya Rp 5.489.393.000, Unsyiah sebesar Rp 8.108.106.000, dan kompleks sekolah terpadu di Meulaboh sebesar Rp 19.402.501.000. Dari enam perusahaan konstruksi yang mengikuti tender, Juli lalu, PT Pembangunan Perumahan ditetapkan sebagai pelaksana proyek.

Proyek itu dijadwalkan selesai Februari 2006 sehingga bisa segera dimanfaatkan. Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Musyanif menyatakan, pihaknya akan melaksanakan ketiga proyek tersebut tepat waktu. ?Kami menyadari beratnya amanah masyarakat dalam proyek ini. Karena itu, insya Allah akan kami laksanakan tepat waktu. Dengan pengalaman kami di Aceh selama ini, kami akan melaksanakan pembangunannya dengan baik,? ujar Musyanif.

Rektor kedua perguruan tinggi negeri di Banda Aceh yang hadir menyambut baik dimulainya pembangunan proyek itu. Sebab, fasilitas yang dibangun sangat dibutuhkan dalam menunjang kelancaran kegiatan perkuliahan.

Tanggal 18 Agustus lalu, Ketua Dewan Pengawas DKK-TV7 Jakob Oetama telah menandatangani nota kesepahaman dengan Dirut PT Pembangunan Perumahan Musyanif untuk melaksanakan pembangunan ketiga proyek pendidikan tersebut.
 
 
PERESMIAN PERMATA PURI IV 07-Jun-2005  
Dalam rangka peningkatan kesejahteraan Karyawan PT PP, Direksi membangun perumahan karyawan Permata Puri IV, untuk golongan rendah, sebanyak 75 unit rumah dengan cicilan murah
 
 
EMPLOYEE LOYALTY AWARD 07-Jun-2005  
Bersamaan dengan pembukaan secara resmi Gedung Kantor DVO III PT PP di Surabaya yang baru,dilangsungkan pula upacara penyerahan LENCANA SATYA JASA sebagai penghargaan atas pengabdian pra Karyawan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT PP, Ir. Musyanif. Lencana Satya Jasa PERUNGGU untuk Masa Kerja 10 tahun, PERAK untuk Masa Kerja 2 tahun, dan EMAS untuk para Karyawan yang telah mengabdi selama 25 tahun atau telah memasuki Masa Pensiun. Diharapkan dengan adanya penghargaan seperti ini bisa lebih memacu para karyawan untuk tetap berkarya dan membangun PT PP menjadi Kontraktor terbaik dalam skala nasional.
 
 
Pemerintah Jual Saham PT Pembangunan Perumahan 09-Feb-2004  
Pemerintah menjual 49 persen saham PT Pembangunan Perumahan (Persero) melalui progran Employee-Management Buy Out (EMBO) atau penjualan saham kepada karyawan dan manajemennya. "Program ini bertujuan khusus untuk meningkatkan motivasi dan komitmen karyawan serta manajemen," kata Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, Mahmuddin Yasin di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/2).

Berdasarkan keputusan Tim Kebijakan Privatisasi BUMN nomor KEP-03/TKP/02/2003 tanggal 11 Februari 2003, pemerintah melalui Kementerian BUMN melakukan divestasi saham negara di PT Pembangunan Nasional. Berkaitan dengan ini, Kementerian BUMN menandatangani perjanjian jual beli saham dalam rangka program EMBO.

Penandatangan ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Peraturan Pemerintah nomor 64 tanggal 31 Desember 2003 tentang Penjualan Saham Milik Negara pada perusahaan perseroan PT Pembangunan Perumanan. Yasin mengatakan, nilai transaksi ini mencapai Rp 70,25 miliar. "Kami sangat puas telah menyelesaikan progran ini dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan," kata Yasin.

Menurutnya, program privatisasi melalui EMBO ini merupakan alternatif divestasi saham selain melalui Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dan mengundang investor strategis atau strategic sale. Dalam transaksi EMBO ini, pemerintah telah menunjuk profesi penunjang seperti Mandiri Sekuritas yang bertindak sebagai penasihat keuangan dan Jusuf Indradewa and partner sebagai konsultan hukum.

PT Pembangunan ini merupakan BUMN pertama yang melakukan privatisasi melalui program ini serta BUMN Konstruksi pertama yang melakukan privatisasi. Pemerintah, kata Yasin, berupaya memperoleh hasil privatisasi ini senilai Rp 5 triliun pada semester I tahun 2004.
 
 
8
 
Operation HRD Knowledge Center e-learning Webmail Risk Management
Recruitment
SMKV